Kamis, 14 Mei 2009

UANG MISPRINT / NO SERI TIDAK TERCETAK




Uang misprint bagi orang awam tidak begitu berarti. Namun bagi para Numismatis Uang misprint memiliki keunikan tersendiri dan memberikan tambahan wawasan, baik mengenai proses pencetakannya maupun sejarah mendapatkannya.

Setelah membaca beberapa artikel dari rekan-rekan Numismatis saya menjadi yakin koleksi uang saya (lihat foto) merupakan Uang Misprint. Di bulan Juni 2005 saya mendapatkan uang misprint tersebut saat membantu bendahara menghitungkan uang gaji rekan – rekan sekantor. Uang itu diperoleh dari salah satu Bank Pemerintah di Kalimantan Timur.

Awalnya saya mencari Uang dengan No. seri Cantik. Namun tanpa diduga saya menemukan Uang dengan Pecahan Rp. 50 rb tersebut tanpa No. Seri yang tercetak. Saya coba teliti dengan langkah 3D : hasil cetak yang kasar dan menonjol dengan warna yang mencolok, adanya benang pengaman, tanda air yang terlihat gambar WR Soepratman dan jenis kertas agak kaku dan tebal bahan kertasnya menunjukkan ciri-ciri keasliannya. Saya menjadi yakin uang tersebut asli, dicetak dan dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Keesokan hari nya saya bawa uang tersebut ke Bank. Pihak Bank (teller) memindai nya dengan sinar Ultra Violet. Berdasarkan penjelasan dari Pihak Bank dan saya saksikan sendiri Uang tersebut tidak memendarkan cahaya dari gambar berupa angka 50.000 seperti layaknya uang normal, namun hanya memendarkan cahaya dari Benang Pengamannya saja.

Sabtu, 09 Mei 2009

OPINI UANG KOIN TAHUN 1991


Pada saat Negara Indonesia mengalami krisis moneter Tahun 1998 harga emas melambung sangat tinggi mengikuti naiknya nilai tukar uang dollar Amerika Serikat (US$). Keadaan ini membuat sebagian masyarakat berlomba-lomba menjual perhiasan emasnya sehingga jumlah perhiasan emas yang dimiliki masyarakat menjadi berkurang drastis.
Entah awalnya ide dari siapa, sebagian masyarakat dari seluruh pelosok negeri terobsesi untuk membuat perhiasan Emas (imitasi) dari bahan dasar Uang logam Rp.500,- atau Rp.100,- yang berbahan dasar kuningan, Tahun emisi 1991…. Menggapa tahun emisi 1991 saja..?
Emisi tahun 1991 ini dipilih karena diyakini memiliki kadar emas yang tinggi dibanding Uang Logam yang sama pada tahun emisi yang berbeda. Untuk kebenaran adanya kadar emas, belum ada ulasan tentang hal tersebut.
Entah sudah berapa ribu bahkan mungkin jutaan keping uang Logam tersebut yang telah berubah menjadi perhiasan cincin/gelang. Yang pasti hal ini akan menjadikan Uang Logam tersebut menjadi langka untuk ditemukan bahkan semakin langka pada masa yang akan datang.
Bagi para kolektor saya rasa tidak ada salahnya untuk mulai mengumpulkan Uang logam Pecahan Rp. 500,- atau Rp. 100,- Tahun emisi 1991 mengingat tingkat kelangkaannya dan ada cerita yang menarik untuk diceritakan dalam sejarah Uang Koin Negara Republik Indonesia.